DA4D1636-6288-4FA5-8931-B191D7DAACDC.jpeg

Jika ditanya jenis red flag apa yang paling Gemi kuasai, mungkin dia dengan lantang menjawab ; He can ignored Leonard all day, but still think about him all day.

Gemi bisa pertahankan mimik wajahnya tetap dingin, mengabaikan pertanyaan sahabatnya tentang Leonard tapi… dibalik itu ada seribu rasa frustasi yang ia pendam. sejuta sesal yang ia terima.

Susah rasanya hapus kepingan memory kebersamaan mereka, 24/7 tanpa henti bertemu dan berbagi afeksi rasanya berpengaruh besar pada kehidupan Gemi pasca perpisahan mereka.

Ciit!

Mobil Avanza yang Gemi pinjam dari orang tua Bang Doni terparkir sempurna didepan kos putra tiga lantai tempat Leo minum bersama Bian. Belum sempat turun, netra Gemi udah nemuin seorang lelaki berpostur tinggi sempurna tertatih tatih keluar dadi area kos.

Itu Leonard.

“Le! lo yakin pulang kayak gitu? nginep aja udah.” Dari lantai atas teriakan Bian lumayan melengking buat Leo bisa nangkep tawarannya.

Leo geleng pelan sambil dongak keatas “Gue gamau ketemu Gemi!” tolaknya pasti.

Gemi yang denger itu sempet mematung, hampir ngurungin niatnya buat nganter Leo pulang. Tapi ia tiba tiba dikagetkan oleh suara benturan nyaring dari sisi depan mobilnya.

Duk!