122DC28C-6E9A-4C1E-96EA-60D7A3146715.jpeg

Tiinnn….

Kekhawatiran Bara melebihi batas sabarnya, tak tau sudah berapa banyak ia menekan klakson hanya untuk mempercepat laju mobilnya. Bara ingin segera menemui Rumi.

Yuta sudah menjelaskan kronologi kecelakaan pagi tadi, baik rekaman dashcam Nalen maupun rekaman suara pada ponsel Rumi menunjukkan hal yang sama yaitu percobaan pembunuhan oleh Jamal Hariz. Belum diketahui apa motif bapak kontrakannya itu hingga ingin mencelakai Rumi, tapi mendengar nama Tian yang ada dalam daftar panggilannya. Bara mulai menunjukkan amarah.

“Selidiki keterkaitan Jamal Hariz dan Tian Sutjipto, saya yakin ada hubungan khusus antara mereka.” titahnya pada anggota tim khusus, tanpa menunggu waktu lama semua konseksi pun terkuak. Diketahun Jamal dan Tian adalah teman dimasa SMA sebelum akhirnya bertemu kembali di dunia kerja, mereka berdua saling jatuh cinta hingga Jamal rela melepaskan karirnya hanya untuk membantu Tian jalankan kasus korupsi.

Setelah digeledah, rumah Jamal nyatanya menyimpan banyak bukti. Beberapa kartu nama, ponsel bahkan gudang penyimpanan gas nitrogen dioksida ada disana. Ditemukan pula banyak foto dan vidio kebersamaannya dengan Tian.

“Rumi Andaru, korban kecelakaan di jembatan Kwangya.” ucap Bara tergesa setelah sampai di loby rumah sakit. Suster yang mengenali wajah Baskara sebagai ketua KPk negaranya pun langsung mengirtruksi.

“Disebelah sini, Pak.” kamar yang Rumi dan Nalen tempati dijaga ketat oleh para aparat. Keduanya ditetapkan sebagai saksi oleh tim laka lalulintas.

Baskara bisa melihat kamar Nalen yang penuh dijenguk para kerabat atau bahkan rekan kerja Papanya. Sedangkan kamar Rumi hanya dikunjungi oleh seorang wanita.

Raung tangis wanita itu terdengar pilu, meratapi nasib putra bungsunya yang kini terbaring lemah tak berdaya. Ada luka sobek selebar 5cm yang membuat Rumi hilang kesadaran hingga saat ini dan tak ada yang tau pasti kapan dia akan terbangun lagi.

“Permisi….” wanita paruh baya itu menoleh kearah Bara dan perawat yang berdiri di pintu kamar. “Ada kunjungan untuk pasien Rumi Andaru.” kata perawat, Baskara pun maju untuk memperkenalkan diri.