
Kara bergerak ribut, ia tak tau rencananya menemui pak Johnny dengan tepat waktu dan mengesankan memiki banyak masalah.
yu
dimulai dari niatnya yang ingin tidur siang selama 30 menit yang berakhir menjadi 3 jam, membuat waktunya untuk bersiap-siap harus terkuras habis karena terpakai tidur.
“parfum!” Karamel yang sudah keluar dari kamar tidurnya terpaksa harus kembali masuk kembali dengan langkah tergesa-gesa untuk menyemprotkan parfum. setidaknya meski dia tidak sempat mandi, badannya harus beraroma wangi kan?
Dipta yang baru kembali ke apartement setelah membuang sampah ke bawah, menatap Kara dengan kebingungan.
“buru-buru banget?”
“gue ketiduran padahal mau ketemu sponsor. Eh-“ gerakan Kara terhenti setelah menyadari bahwa kresek hitam yang berisikan file demo lagu barunya tidak ada di meja pantry, padahal ia yakin tiga jam lalu meletakkan benda itu sembari mengambil minum didispenser.
“Kok ngga ada? lo tau kresek hitam di sini ngga?” tanya kara pada Dipta yang sudah duduk di depan TV
“oh, barusan gue buang kebawah”
“Anjing!” umpat Kara frustasi, hasil rekamannya selama berhari-hari dibuang?!
“lo kenapa ngga ngecek dulu sih? di dalam kresek itu ada flashdisk yang isinya demo lagu gue!”