
“gue ajak Cia gladi bersih juga ya”
andiko, bara dan karamel manggut-manggut, sebenarnya ini bukanlah hal yang besar bagi mereka apalagi sepupu saka itu sudah sering diajak oleh Saka untuk melihat penampilan SKA band di cafe cafe tempat mereka manggung. sifatnya yang mudah bergaul membuat suasana latian menjadi lebih fresh.
lagu demi lagu pun mulai mereka mainkan, tak tanggung, kali ini SKA band akan membawakan 15 lagu dengan judul yang berbeda. mengingat besok adalah event yang lebih spesial dari event mingguan sebelumnya. karena bertepatan dengan hari anniversary cafe tersebut.
“kak karamel, aku boleh coba nyanyi ngga?”
“coba aja, Ci” jawab Kara, sejujurnya kara sudah tidak mood melakulan apapun. bernyanyi, memetik gitar, bahkan untuk sekerar menjawab pertanyaan basa basi yang dilontarkan Cia. gladi bersih selama 6 jam tanpa jeda membuat tubuhnya lelah dan tenggorokan kering, biasanya Kara selalu menikmati kegiatan bandnya namun untuk sekarang yang ia inginkan hanyalah pulang, tidur diranjangnya yang empuk dengan selimut tebal dan … dipta disampingnya.
“Kar istirahat bentar boleh ngga? laper nih” tanya Saka dibalik alat drumnya lengkap dengan stik ditangan. “gue juga capek,” imbuh Andiko.
“yah, kak Saka! aku baru aja mau nyanyi,” Cia cemberut.
“satu lagu lagi deh kalo gitu.” putus Karamel.
dan latian pun berlanjut dengan Cia sebagai vocalist, Karamel menjadi guitarist, Andiko bassist dan tentu Sakala drummer. satu lagu berhasil mereka mainkan dalam sesi latian kali ini. hingga pada bait terakhir bunyi suara melengking terdengar akibat Cia menjatuhkan mic yang ia pegang dalam keadaan masih menyala.