FEB7708E-6B7B-4951-9DD9-8672E3E7660E.jpeg

2007

“Bunda, kenapa namaku Dipta, sih” Anak laki-laki berusia 7 tahun itu berdecak sebal. Tania menghiraukan protes putranya itu dengan sudut bibir tersenyum. Sedangkan, kedua tangannya sibuk memasukkan kembali koleksi mobil mini yang berserakan di ruang tamu.

Anak angkat Tania memiliki rasa penasaran dan cemburu yang tinggi, apapun yang hal baru ia lihat selalu menimbulkan satu pertanyaan dikepalanya. Tak terkecuali pertanyaan yang 10 detik lalu di lontarkan Dipta kepadanya, pertanyaan itu muncul karena teman sekelasnya yang memiliki nama Peter itu mengklaim bahwa nama Peter diberikan orangtuanya karena ia adalah seorang Spiderman di masa depan, spiderman penyelamat dunia.

Sebagai pecinta karakter Spiderman tentu Dipta tidak terima dan kesal. Ia merasa nama Peter lebih cocok jika diberikan kepadanya.

“Tata jadi ga bisa jadi Spideman loh Bunn” ah, Tania makin ingin tertawa ketika melihat bibir Dipta yang mengerucut sepanjang 5 cm.

“Adek pengen tau ngga? Arti nama adek itu apa?”

“Apa?”

“Bunda kasih tau, tapi kamu bibirnya jangan cemberut dulu”

“Ish, ini Tata uda ngga” Dipta jelas langsung menurut jika dibuat penasaran.