
di chicago, dipta sebenarnya sudah tidak asing dengan bar yang menampilkan live music. tempatnya pun tak kalah ramai dengan holywings yang ia datangi saat ini. mata dipta mengernyit saat lampu panggung menyorot asal kearah penonton dan tak sengaja mengenai wajahnya.
“rame banget.” komentar Nate yang berdiri disamping Dipta.
beberapa penonton mulai ricuh saat tiga personil band yang dipta taksir adalah band milik Saka itu mulai menaiki panggung. “Sa ka la!... An di ko!… Ka ra mel..” teriak penonton dengan nada ala yel yel suporter bola dengan serempak sebelum intro lagu pertama yang dibawakan SKA Band mulai dimainkan.
wow, he must be a famous, batin Dipta. dan lagu pertama pun dimainkan.
dipta tentu tidak buta bahwa vocalist dari band tersebut adalah karamel -mantan sekaligus roomatenya sejak tiga hari yang lalu. namun dipta masih meragukan penglihatannya. seharusnya dipta sudah menduga jika kara akan menjadi seorang anggota band, hanya saja dipta tak menyangka bahwa Kara bergabung di dalam band yang sama dengan teman barunya, Saka. dunia memang sempit.
karamel itu berbakat dalam bermusik, secara dipta sudah sering melihat karamel bernyanyi dan memainkan gitar baik secara umum maupun private
oh, dan jangan lupakan moment paling bersejarah di masa sekolahnya. moment ketika pensi sekolah pada tahun pertama dipta di sekolah menengah atas. moment yang dapat membuat dipta diam membeku dan tersipu setelah lagu milik arctic mongkey sukses dinyanyikan Karamel dan kedua temannya dihadapan seluruh menghuni sekolah lengkap dengan kehadiran semua wali murid. lagu tersebut tidak bersalah, yang salah adalah satu kalimat singkat yang diucapkan sang vocalist sebelum lagu itu dinyanyikan
’dipta, this is for you’
moment tersebut membekas tidak hanya di hati dipta, tapi juga seluruh penonton pensi tahun 2016 yang diam diam merasa jealous dengan moment manis ini.