
Karamel sejak dulu selalu peka dengan semua hal disekitarnya, dulu sewaktu masih menjalin hubungan dengan dipta. Kara selalu tau setiap hal kecil yang disukai ataupun dibenci dipta.
dipta lebih menyukai bolpoin gel daripada bolpoin biasa, karena bolpoin gel membuat tulisannya jadi lebih rapi.
dipta lebih suka air minum dengan merek Club daripada aqua
dipta tidak pernah nyaman di lingkungan yang ramai
dipta ini dipta itu, bahkan sampai fakta bahwa pipi Dipta lebih merona ketika kelopak matanya ia cium, daripada saat Kara mencium bagian wajahnya yang lain.
“are you still listening arthic monkeys?” tanya dipta, setelah memperhatikan lagu yang diputar dalam perjalanannya malam ini hanyalah lagu milik grup musik asal inggris itu. love is loverquest, R U mine?, When the sun goes down dan lainnya. bahkan lagu yang dimainkan Kara saat menyatakan cintanya empat tahun yg lalu juga milik Arthic Monkey, i wanna be yours
“hu um, still be my favorite.” setelah menyelesaikan lagu Why’d You Only Call Me When You’re High, playlist kara otomatis memutar ke lagu selanjutnya berjudul 505.
sepanjang intro karamel dan dipta samar-samar menyanyikan lagu 505. hingga saat mencapai bagian reff barulah keduanya mulai menyanyikan ala carpool karaoke.
But I crumble completely when you cry
It seems like once again you've had to greet me with goodbye
I'm always just about to go and spoil a surprise
Take my hands off of your eyes too soon
“it will be my favorite too.” ucap dipta setelah lagu selesai. “always” tambahnya. mendengar itu Karamel merasa dejavu, late night drive dengan dipta dan Arctic Monkeys songs adalah kebiasaan mereka saat masih berpacaran dulu. tangan yang bertautan, dipta yang bersandar dengan karamel yang sesekali mengecup kening, kelopak mata, punggung tangan dan lainnya yang bisa ia raih dengan bibirnya. mengingat hal itu membuat karamel mengeratkan genggamannya pada setir kemudi.