F604BDC0-BA19-4DEF-9F16-3005594B0F22.jpeg

Hari ini adalah hari pertama mereka melakukan syuting untuk project akhir tahun Eskul Archos. sejak rapat kemaren, Jody, Randika, Dhika dan Hema sepakat untuk memakai hari minggu sebagai hari workshop mengerjakan film.

Setelah merapik atasan kaos bewarna putih dan celana jeans birunya, Hema pun melangkah untuk mendatangi rumah Dhika. Disana sudah ada bu maryam yang sedang menimbangi gula dengan kemasan satu kilo.

“Eh, Hema? nyari Dhika ya?” tanya Bu Maryam tanpa menghentikan pekerjaanya. Bu Maryam ini memang canggih.

“Iya, Bu.” seusai menjawab pertanyaan Bu Maryam, Dhika dengan fashion khasnya— kaos dan kemeja kotak-kotak dipadukan dengan jeans hitam beserta tas rancel yang memuat peralatan kameranya akhirnya muncul.

“Ayo, Hem.” katanya padahal dia sendiri masih ribet mengikat tali sepatu.

“Bu Maryam, Hema sama Dhika pergi dulu ya.” pamit Hema lalu mencium punggung tangan Bu Maryam.

Aksinya diikuti olej Dhika “Aku pergi ya, Bun.” tapi kalau Dhika ditambahi dengan ciuman di pipi kanan kiri Bundanya.

“Iya, kalian hati-hati ya. Hema jangan lupa pegangan. Motornya Dhika itu kayak sepeda sirkus, lengah dikit bisa jatuh kamu.” tutur Bu Maryam.

Hema hanya mengiyakan dan ketawa ringan. Ia baru sadar setelah Dhika sudah menaiki motornya dan … Seriusan ini boncengannya sekecil ini? Hema beneran bisa jomplang.

“Ayo naik.” Dhika menoleh ketika Hema tak kunjung menaiki motornya.